Showing posts with label Psikologi Klinis. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Klinis. Show all posts

Wednesday, August 31, 2016

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Seseorang Yang Putus Cinta?


Putus cinta adalah suatu fenomena yang sudah tidak asing lagi di telinga kita atau mungkin anda pernah atau sedang mengalaminya saat ini namun pernahkah terlintas di pikiran bahwa apakah yang terjadi pada tubuh kita khususnya otak.

Seorang neuropsikolog klinis Rhonda Freeman, Ph.D mencoba meneliti hal ini. Beliau selalu tertarik dengan hal yang berbau romantis, dari awal membangun hubungan hingga mengakhirinya dan dikaitkan dengan proses yang terjadi di otak yang diatur oleh proses neuro kimia, hormon dan aktivasi maupun non aktivasi bagian otak tertentu. Emosi yang intens diantara mengawali sebuah hubungan asmara maupun mengakhirinya dapat berdampak besar pada pikiran, suasana hati dan perilaku.

Penelitian Neurosains Dan Observasi Klinis.

Berdasarkan penelitian klinis dengan pasiennya, serta menurut jurnal tahun lalu kita tahu bahwa ada beberapa sistem yang dipengaruhi oleh putus cinta. Kita tahu bahwa otak memiliki reaksi yang kuat pada saat keadaan putus cinta atau penolakan sosial. Peneliti yang mempelajari neurosains dan cinta romantis telah mengidentifikasi cara umum otak dalam bereaksi ketika kehilangan hubungan spesial. Ada 6 sistem yang terpengaruh saat putus cinta yaitu the bonding system, reward system, pain system, stress system, emotion regulation system dan kognitif network




The Bonding System
Adalah sebuah sistem yang mengatur keterikatan hubungan antara manusia yang dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan vasopressin. Oksitosin dan vasopresin merupakan sebuah hormon yang sangat kuat untuk mendukung keterikatan antar manusia dimulai dari awal kelahiran untuk menciptakan ikatan antara ibu dan anak setelah lahir. Oleh karena itu ketika kita putus cinta sistem ini dapat mendorong kita untuk terus kepikiran dengan mantan pasangan kita bahkan jika orang tersebut bukan orang yang baik. Dan kita mungkin juga akan merasa kesepian seperti ada bagian dari diri kita yang hilang karena reaksi kimia dari sistem ini

The Reward System
Sistem ini berkaitan dengan motivasi atau dorongan untuk memiliki seseorang atau sesuatu yang bernilai. Dalam hal ini dopamin dan endogen opioid adalah driver utama dari sistem ini. Dopamin adalah sebuah hormon yang mengatur perasaan bahagia. Ketika perasaan bahagia itu muncul secara terus menerus ketika sedang jatuh cinta maka sistem reward akan semakin peka terhadap dopamin yang akibatnya dibutuhkan lebih banyak dopamin untuk merasa bahagia oleh sebab itu ketika kita putus cinta maka kita akan terus mendambakan mantan pasangan kita

The Pain System
Pain sistem diasosiasikan dengan sensasi dari patah hati dan perasaan sedih dan keputusasaan. Hal ini karena endogenous opioid menurun sangat drastis yang dapat menyebabkan perasaan stress dan rasa sakit




The Stress System

Neuro kimia utama dari sistem ini yaitu kortikotropin dan norepinefrin. Kedua hormon tersebut cenderung akan segera aktif setelah putus cinta yang menyebabkan individu merasa sangat waspada. Beberapa individu mungkin mengalami kecemasan, palpitasi jantung, perubahan nafsu makan dan kesulitan tidur. Otak bisa merespon terhadap lingkungan. Melibatkan indra penciuman dan pendengaran merupakan salah satu cara untuk mengurangi stress. Aroma dan suara dapat mengubah suasana hati kita dan mengurangi perasaan stress

Emotion-Regulation System
Kita tahu bahwa ketika otak berada dalam keadaan yang sangat stress seperti sesaat setelah putus cinta daerah prefrontal cortex akan menjadi kurang aktif. Namun kita semua membutuhkan prefrontal cortex yang bekerja dengan baik untuk mengatur emosi dan berpikir. Ini adalah secara emosi dapat dikelola dan impuls dapat dikendalikan. Namun seringkali setelah putus cinta sistem ini menjadi kurang aktif yang menyebabkan kita jadi kesulitan mengelola emosi

Kognitive System
Selama periode stres otak akan bergeser jauh dengan kognitif atau berpikir dan sistem yang mengatur dan menempatkan sumber saya ke arah sistem emosional. Intinya bagi banyak orang akan ada masalah dengan konsentrasi, organisasi dan memori.






Referensi:

Freeman, R. (2016). The Neurobiology Behind Breakups. https://www.psychologytoday.com/blog/neurosagacity/201608/the-neurobiology-behind-breakups Diakses pada 31 Agustus 2016

Sehatki. (n.d). Manfaat Hormon Cinta Oksitosin. http://www.sehatki.com/manfaat-hormon-cinta-oksitosin.htm. Diakses Pada 1 September 2016

Gani, J S. (2015). Studi: Mengontrol Hormon Dopamin Bisa Atasi Ketergantungan Alkohol. http://health.detik.com/read/2015/10/17/140811/3046356/763/studi-mengontrol-hormon-dopamin-bisa-atasi-ketergantungan-alkohol. Diakses Pada 1 September 2016

Monday, April 25, 2016

Gangguan Panik

Panik
Gangguan panik mencakup munculnya serangan panik yang berulang dan tidak terduga. Serangan serangan panik melibatkan reaksi kecemasan yang intens disertai dengan simpang-simpang fisik seperti jantung berdebar-debar, nafas cepat, nafas tersengal atau kesulitan bernafas rumah berkeringat banyak dan rasa lemas serta pusing tujuh keliling (Glass, 2000). Terdapat komponen ketubuhan yang lebih kuat pada serangan panik dibandingkan pada bentuk-bentuk kecemasan lainnya. Serangan-serangan ini disertai dengan perasaan teror yang luar biasa dan perasaan akan adanya bahaya yang segera menyerang atau malapetaka yang segera menimbang serta juga disertai dengan suatu dorongan untuk melarikan diri dari situasi ini. Biasanya disertai dengan pikiran pikiran kehilangan kendali, menjadi gila, atau akan mati. Orang yang mengalami serangan panik cenderung sangat menyadari adanya perubahan pada detak jantung mereka (Richard, Edgar, & Gibbon, 1996). Mereka seringkali percaya bahwa mereka mengalami serangan jantung meskipun tidak ada yang salah dengan jantung mereka. Tetapi karena simtom-simtom serangan panik dapat menyerupai symptom serangan jantung atau reaksi alergi yang parah perlu untuk dilakukan pemeriksaan medis yang teliti.

Serangan panik terjadi secara tiba-tiba dan mencapai puncak intensitas dalam 10 sampai 15 menit. Serangan biasanya berlangsung selama beberapa menit, tetapi dapat berlanjut sampai berjam-jam, dan diasosiasikan dengan dorongan yang kuat untuk melarikan diri dari situasi di mana serangan itu terjadi. Supaya diagnosis gangguan panik dapat ditegakkan, harus ada serangan panik yang tidak terduga dan terjadi berulang serangan-serangan yang tidak dipicu oleh situasi atau objek yang spesifik. Sepertinya serangan itu datang tanpa penyebab. Meskipun serangan serangan pertama terjadi secara spontan atau tak terduga, dengan berjalannya waktu serangan-serangan ini dapat diasosiasikan dengan situasi situasi atau tanda-tanda tertentu, seperti melangkah masuk ke departemen store yang penuh sesak, atau seperti dick bila naik kereta api bawah tanah.

Orang sering mendeskripsikan serangan panik sebagai pengalaman paling buruk dalam hidup mereka. Kemampuan koping mereka dihancurleburkan. Mereka mungkin merasa bahwa mereka harus kabur. Bila kabur sepertinya tak berguna, mereka dapat membeku. Ada kecenderungan untuk melekat pada orang lain demi mendapatkan pertolongan atau dukungan. Beberapa orang dengan serangan panik takut untuk pergi keluar sendiri. Serangan panik yang berulang kemungkinan menjadi sulit untuk dihadapi sehingga penderitanya mempunyai keinginan untuk boyo diri. Suatu studi kependudukan mengenai mereka yang menderita serangan panik menemukan bahwa 12% telah melakukan usaha bunuh diri (Weissman dkk., 1989).

Tidak semua  serangan panik merupakan merupakan tanda-tanda dari gangguan panik di dalam satu tahun tertentu sekitar 10% dari populasi orang-orang yang sehat kemungkinan mengalami suatu serangan panik yang berdiri sendiri. Suatu diagnosis gangguan panik didasarkan pada kriteria berikut. : (1) mengalami serangan panik secara berulang dan tak terduga sedikitnya dua kali dan (2) sedikitnya satu dari serangan tersebut diikuti oleh paling tidak satu bulan rasa takut yang persisten akan adanya serangan berikutnya, atau rasa cemas akan implikasi atau konsekuensi dari serangan misalnya takut kehilangan akal atau menjadi gila atau menderita serangan jantung, atau perubahan tingkah laku yang signifikan misalnya menolak meninggalkan rumah atau keluarga masyarakat karena takut mendapat serangan lagi. Diperkirakan 1% sampai 4% dari populasi pernah mengalami gangguan pada suatu saat dalam hidup mereka.

Tuesday, April 5, 2016

Mengenal Lebih Jauh Kelenjar Endokrin Sang Penghasil Hormon

Sistem Endokrin
Sebelum kita membahas tentang kelenjar endokrin, tahukah anda apa itu sistem endokrin? Sistem endokrin adalah jaringan tubuh pada manusia yang berperan dalam mengeluarkan 100 lebih hormon untuk menjalankan fungsi tubuh. Sedangkan hormon adalah zat kimia yang dikeluarkan oleh kelenjar tubuh dan dibawa ke aliran darah untuk menjalankan fungsinya. Sebenarnya kelenjar pada sistem endokrin ada banyak, namun yang saya bahas disini ada 5 yaitu kelenjar hipofisa, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, kelenjar pancreas.

Kelenjar Hipofisa (Pituitari)
Kelenjar hipofisa terdiri dari anterior dan posterior. kelenjar hipofisa dinamakan Master of glands karena menghasilkan hormon yang dapat mempengaruhi kelenjar lain untuk menghasilkan hormon

Hipofisa Posterior
  • Antidiuretik Hormon (mencegah orang yang keluar tidak terlalu banyak jika tidak maka akan menyebabkan diabetes insipidus) 
  • Oksitosin (regulasi kontraksi rahim dan proses pengeluaran ASI)
  • Relaksin (membukanya simfisis pubis dalam persalinan)
*Hormon oksitosin dan relaksin harus bekerjasama agar bayi mudah dilahirkan


Hipofisis Anterior
  • Growth hormon
  • Adrenokortikotropik hormon ACTH
  • Thyroid stimulating hormon TSH
  • Prolaktin
  • Luteinizing hormon LH
  • Follicle stimulating hormon FSH

k
      Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi untuk merangsang metabolisme pada hampir semua aspek.

Hipotiroid
Yaitu suatu kondisi dimana tubuh kekurangan hormone tiroid, akibatnya metabolisme akan menurun.

Gejala :
  • Tidak bertenaga
  • Cepat lelah
  • Kehilangan berat badan
  • Kulit kering
  • Rambut rontok
  • Tidak tahan dingin
  • Kram otot
  • Pelupa 

Hipertiroid
Yaitu suatu kondisi dimana tubuh kelebihan hormone tiroid sehingga menyebabkan cepatnya metabolism.

Gejala:
  • Mudah menangis
  • Emosi labil
  • Cemas
  • Perhatian terganggu
  • Hiperaktif
  • Pertumbuhan terlalu cepat

Kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid terletak di belakang kelenjar tiroid. Kelenjar ini mengatur tingkat kalsium dalam tubuh


Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal terletak diatas ginjal. Dibagi menjai dua bagian yaitu korteks an medulla.

Korteks
Kortisol (meningkatkan glukosa)
Aldosteron (mengatur keseimbangan air dan garam)
Ganadokortikoid
            Perempuan (menghasilkan estrogen & progesteron)
            Laki laki (menghasilkan testosteron)

Medula
Epinefrin (mengatur emosi)


Kelenjar Pankreas
Kelenjar pancreas berfungsi untuk mengatur kadar gula darah. Pankreas menghasilkan hormone insulin yang berfungsi untuk mengubah gula darah menjadi energy. Jika insulin terganggu maka mengakibatkan penyakit diabetes mellitus.

Tuesday, March 29, 2016

Mengenal Narkotika Dan Bahayanya

Hampir semua orang merasa takut dan benci jika disebut nama narkotika, namun ada juga orang yang penasaran dengan obat terlarang itu. Untuk menjawab rasa ingin tahu Anda, berikut beberapa informasi menegenai narkotika.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi, sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Berdasarkan UU No.22 Tahun 1997 narkotika diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu : Narkotika golongan 1, golongan 2 dan golongan 3

Narkotika Golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya dengan daya adiktif yang sangat tinggi. Karenanya tidak diperbolehkan penggunaannya untuk terapi pengobatan, kecuali penelitian dan pengembangan pengetahuan.
Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, opium, dan lain sebagainya.

Narkotika Golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian.
Contoh : benzetidin, betametadol, petidin dan turunannya, dan lain-lain.

Narkotika Golongan III adalah jenis narkotika yang memiliki daya adiktif atau potensi ketergantungan ringan dan dapat dipergunakan secara luas untuk terapi atau pengobatan dan
penelitian.
Contoh : kodein, metadon, naltrexon dan sebagainya.


Berdasarkan cara pembuatannya, narkotika dibagi menjadi 3 jenis , yaitu :

Narkotika alami

Narkotika semi sintetis 
berbagai jenis narkotika alami yang diolah dan diambil zat adiktifnya (intisarinya) agar memiliki khasiat yang lebih kuat sehingga dapat dimanfaatkan
Contoh : opium, heroin, kokain

Narkotika sintetis
Narkotika palsu yang dibuat dari bahan kimia dan digunakan untuk pembiusan atau pengobatan bagi mereka yangmengalami ketergantungan narkoba.


Narkotika Alami

Ganja
Ganja
Bentuk daunnya menyerupai daun singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus dg jumlah jari yang selalu ganjil (5,7, & 9). Cara penggunaannya yaitu dikeringkan dan dibuat rokok untuk dihisap.

Efeknya tergolong cepat, merasa lebih santai,rasa gembira berlebih (euforia), sering berfantasi. Aktif bicara,selera makan tinggi,sensitif,kering pada mulut dan tenggorokan. 



Koka
Koka
Koka adalah tanaman perdu mirip dengan pohon kopi dengan buah yang berwarna merah seperti kopi. Wilayah kultivasi tumbuhan ini berada di Amerika Latin. Koka diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu untuk menjadi kokain yang memiliki daya adiktif yang lebih kuat.






Opium
Opium

Bunga yang getahnya dapat menghasilkan candu (opiat). Opium tumbuh didaerah yang disebut dengan Segitiga Emas (Burma – Laos - Thailand) dan Bulan Sabit Emas (Iran, Afganistan dan Pakistan).


Opium oleh masyarakat Mesir dan Cina digunakan untuk mengobati penyakit, memberikan kekuatan, menghilangkan rasa
sakit pada tentara yang terluka sewaktu berperang /berburu.

Narkotika Semi Sintetis

Morfin
Morfin

Morfin adalah getah opium yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu yang memiliki daya analgesik yang kuat. Berbentuk kristal, berwarna putih dan berubah menjadi kecoklatan serta tidak berbau. Efeknya menurunkan perhatian terhadap dunia nyata.





Kokain

Kokain

Kokain adalah serbuk kristal berwarna putih yang diperoleh dari sari tumbuhan koka yang memiliki dampak ketergantungan yang tinggi.

Biasanya dalam bentuk bubuk putih. Efek halusinogenik. Efek rasa dari pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah rasa percaya diri, juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.


Putaw
Dihasilkan dari cairan getah opium poppy yang diolah menjadi morfin kemudian dengan proses tertentu menghasilkan putauw, dimana putauw mempunyai kekuatan 10 kali melebihi morfin.

Opioid sintetik yang mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Jenis narkotika semi sentesis yang paling banyak disalahgunakan dengan cara dihirup atau disuntikkan. Jenis obat depresan.

Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian timbul rasa ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan si pemakai akan kehilangan rasa percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Mereka mulai membentuk dunia mereka sendiri.

Narkotika Sintetik

Pethidin
Pethidin
Yaitu obat yang digunakan untuk pengobatan rasa sakit tingkat menengah hingga kuat.

Petidin adalah obat yang aman untuk digunakan karena memiliki resiko ketergantungan yang rendah.





Methadon
Methadon
Methadon adalah opioida sintesis sebagai analgesic, antitussive dan sebagai penekan keinginan menggunakan opioida. Metadon dikembangkan di Jerman pada tahun 1937, bekerja sebagai reseptor opioida dan dapat memproduksi efek yang sama.


Kegunaan metadon dalam pengobatan ketergantungan opioida memberikan hasil yang dapat menstabilisasi para pasien dengan menghentikan withdrawal syndrome (gejala putus obat / sakaw) dan juga pada akhirnya menghentikan ketergantungan mereka terhadap opioida.


Naltrexon
Naltrexon
Naltrexon – adalah antagonis reseptor opioida yang digunakan secara primer dalam terapi ketergantungan alkohol dan opioida. Naltrexon seringkali digunakan untuk rapid detoxification terhadap ketergantungan opioida. Buprenorfin atau Subutex – merupakan opioida semi-sintesis yang juga digunakan untuk pengobatan ketergantungan opioida. Di pasaran Buprenorfin juga dikenal dengan nama Subutex.

Friday, March 11, 2016

Ternyata Menulis Dengan Tangan Dapat Memperkuat Kinerja Otak

Menulis Tangan
Menulis Tangan
Tidak dapat dipungkiri, bahwa seiring dengan kemajuan teknologi, kebiasaan menulis dengan tangan sudah mulai ditinggalkan. Banyak orang orang yang lebih memilih untuk mengetik menggunakan komputer ataupun gadget lainnya dikarenakan hal itu dirasa tidak membutuhkan energi yang lebih banyak dibanding menulis dengan tangan. Namun tahukah Anda bahwa menulis dapat menunjang kinerja otak? 

Menurut hasil suatu penelitian, menulis dengan tangan dapat memperkuat daya ingat dan kemampuan memahami konsep. Menulis dengan tangan berbeda dengan mengetik karena menulis membutuhkan olah motorik halus untuk menciptakan gerakan tertentu untuk membentuk suatu huruf. Sedangkan ketika mengetik hanya dibutuhkan satu kali sentuhan yang bisa mewakili banyak huruf.

Dr. Claudia Aguirre, seeorang PhD neuroscience menunjukkan bahwa hasil penelitian neuroscientific telah menemukan jalur syaraf yang berada di dalam otak kita yang hanya dapat diaktifkan dengan olah motorik halus menulis. Jalur syaraf tersebut sangat mempengaruhi memori dan proses belajar seseorang. Bahkan menulis halus juga dapat proses belajar dan bekerja.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan psikolog dari Princeton dan Universitas California, Los Angeles, Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer menguji efek menulis catatan pada mahasiswa dalam dua seri percobaan. Dua kelompok mahasiswa diminta mendengarkan materi kuliah dari dosen yang sama. Mereka diperbolehkan menggunakan semua strategi untuk menyimpan hal-hal penting di perkuliahan. Satu setengah jam kemudian, partisipan diuji soal materi kuliah itu. Hasil studi menunjukkan, mahasiswa yang menggunakan laptop “miskin” soal ide. Mahasiswa yang menggunakan laptop cenderung lebih banyak menghasilkan catatan, tapi lebih berupa menyalin persis kata demi kata (verbatim) alias “transkrip tanpa otak”. “Hal ini yang menghilangkan manfaat dari mencatat.” .



Sementara itu, mahasiswa yang menulis dengan tangan jauh lebih baik dalam kualitas belajar.

Penelitian itu menunjukkan bahwa menulis merupakan strategi yang lebih baik untuk menyimpan dan mengendapkan ide dalam kurun waktu lama dibandingkan dengan mengetik.

Wednesday, March 9, 2016

Mengapa Orang Buta Lebih Peka Pendengarannya Daripada Orang Normal?

orang buta
Orang Buta
Seringkah Anda bertemu dengan orang buta? jika iya, apakah Anda mengamati bahwa pendengaran orang yang buta lebih tajam daripada orang yang tidak buta? Mengapa bisa terjadi hal demikian?

Peneliti dari Montreal Neourological Institut (MNI) telah menunjukkan bahwa orang yang buta memiliki pendengaran yang lebih tajam daripada orang yang tidak buta. namun biasanya hal ini hanya terjadi pada orang yang buta sejak usia muda atau saat awal kelahiran.

Pada area otak terdapat suatu bagian yang disebut lobus oksipital yang terletak di bagian paling belakang tengkorak yang memisahkan antara otak besar dan otak kecil. lobus ini berfungsi dalam menangani persepsi visual termasuk penerimaan visual, pemrosesan visual spasial, gerakan dan pengenalan warna.
Bagian Otak
Bagian Otak

Pada orang yang tidak buta, lobus oksipital memainkan peran penting dalam mengirimkan sinyal visual. namun ada orang yang buta sejak awal kehidupan akan mengoperasikan lobus oksipital untuk mengenali suara. Hal ini yang membuat orang buta mendengar lebih baik daripada orang yang tidak buta

Selain itu, saat lahir atau berusia muda pusat otak yang mengatur penglihatan, pendengaran dan Indra lainnya masih terhubung satu sama lain. koneksi yang ada ini akan terus dipertahankan dan digunakan untuk memproses suara karena itu terkadang orang buta tidak hanya punya pendengaran yang bagus, tapi juga sentuhan dan penciuman yang tajam